Cerita Sex Pengalamanku Berhubungan Dengan Rekan Kerjaku Saat Nonton Bioskop

Dari pertemuanku di acara pesta itu, aq sebelumnya sempat ngobrol-ngobrol dengan Gina saat temanku Ilham (Suami Gina) sedang ngbrol-ngobrol dengan atasanya (atasanku ). Langkah berbicaranya lembut dan gerak bibirnya benar-benar mengundang perhatian, tetapi aq lebih konsentrasi ke dadanya yang terlihat besar dan cantik. Dan dari percakapan itu pada akhirnya kami sama-sama tukar no telepon.

Bokep Jav Sub Indo – Tempat kerja Gina tidak jauh dari tempat kerjaku, tetap di daerah yang masih sama. Dan di hari selasa aq wa denganya
Aq: Gin, repot ya?
Gina: cukup mas
Aq: Gin, makan siang bersama yok?
Gina: Wah, tidak salah nih ngajak makan siang, umumnya mas kan makan siang sama Ilham
Aq: Hmm, kembali ingin mencari situasi baru nih
Gina: Okelah jika demikian, jam 1 saja ya
Aq: Siap, kelak saya didatangin ya
Gina: Terima kasih mas
Aq: Sama Gina
Jam 1/2 1 aq melaju dengan mobilku ke kantor Gina, dan janjian dengan Gina di tempat parkir kantornya. Hari itu Gina kenakan baju, dan rok panjang dan hijabnya yang minimalis tetapi kelihatan anggun, ku bukakan ointu buatnya dan kami ke arah pusat belanja wilayah sudirman, dan kita sedang makan, saya tidak berhenti-hentinya melihat mukanya dan berbicara dalam hati ‘ hmm, andaikan ia istriku pasti kusetubuhi tiap hari”. dan saya kaget saat Gina panggilku.
Gina: mas.. kok ngelamun sich
Aq: Eh, tidak kok.. sepertinya kamu sedap sekali dilihatin ya, untung sekali tu Ilham
Gina: Ihh.. biasa saja kali
Aq: Iya Gin betulan, apalagi cocok di acara pesta
Gina: Terima kasih.. mas tampan kok
Langsung aq kaget dan GR, dan sesudah usai makan siang saat sebelum kembali lagi ke kantor saya singgah ke toko buku cari buku yang aq ingin membeli. Saat di toko buku Gina sempat melihaat-lihat majalah dan saat kuperhatikan ia.. betul-betul membuatku tertarik. Sesudah buku yang ku harapkan kutemukan, kami segera jalan ke arah tempat parkir dan awalnya Gina sebelumnya sempat membeli es krim dan aq .
Saat di mobil, dan aq akan ambil karcis parkir tidak menyengaja es krim ku berkenaan hidungku dan Gina sebelumnya sempat ketawa, dan suatu hal yan tidak kuduga dilakukan oleh Gina, ia ambil tisu dari dalam tas nya dan bersihkan hidungku secara lembut dan spontan saya memegan tanganya.
Diperjalanan ke arah kantor, saya main-main ngajak Gina jalan kembali dan ini kali ku mengajak Gina menonton.
Aq: Gin, kapan-kapan kita menonton yok
Gina: Bisa bisa saja sich, tetapi tidak dapat jika akhir pekan mas. khan di rumah sama Ilham and beberapa anak
Aq: ya jika demikian cocok hari kerja saja, makan siang terus langsung pulang
Gina: Bisa sich, saya harus mencari argumen dahulu, kan saya terkadang pulangnya sama Ilham
Aq: Iya ya, ya katakan saja sama ilham jika kamu ada acara kantor
Gina: Simak kelak saja dech – narasi dewasa –
Tidak berasa akhir nya sampai di dalam kantor Gina, dan saat turun dari mobil Gina ucapkan.
“Terima kasih ya mas, berhati-hati ya..”
Sesudah kencan pertama kaliku dengan Gina, aq kerap chat bbm denganya dan tentu saja di jam kerja, cemas jika di rumah kelak dibaca sama Ilham rekan kerjaku. Dan dari chat itu kami setuju untuk kencan ke-2 dan terjadi pada minggu selanjutnya.
Kujemput Gina di kantornya dan waktu itu Gina kenakan kaos lengan panjang sedikit ketat warna merah maroon, di solid dengan hijab warna maroon dan rok jeans panjang.. betul-betul membuat saya tertarik.
Gina: ingin menonton di mana kita mas?
Aq: ke PIM saja ya, yang cukup jauh dari kantor
Gina: Ok dech tidak papah
Aq: Gin, kamu elok dech.. aq sukai
Gina: Terima kasih mas, kan ingin jalan sama mas
Aq: dalam hati “wah.. ini yang ku tunggu-tunggu”
Akirnya kami sampai di lokasi, dan kami segera ke arah tempat bioskop dan Gina langsung pilih judul film yang hendak kami saksikan “pirates Of Carribean” dan dapat ticket jam 15:30 walau sebenarnya ini baru jam 1/2 14:30, pada akhirnya kami jalanan dahulu. Jam 15:15 kami kembali lagi ke tempat bioskop dan awalnya kami beli camilan dan minuman, jam 15:30 semakin sedikit pada akhirnya kami masuk ruang dan aq waktu itu pilih tempat duduk disebelah tengah gang teratas, dan terlihat sejumlah pasangan dan memang peruntungan, jejeran tempat duduk kami sepi, menjadi cuma aq dan Gina di situ
15 menit selanjutnya film diawali, aq dan Gina makan popcorn yang aq membeli barusan. Selanjutnya mendadak Gina menyosorkan popcorn ke mulutku, awalannya aq kaget tetapi pada akhirnya aq makan . Di sini aq sudah tidak konsen sama filmnya, otakku panas, walau sebenarnya dalam bisokop dingin.
Tidak sejumlah lama Gina stop makan, dan katakan jika ia kedinginan, sekalian arahkan tanganya ke lenganku dan saya pegang tanganya di atas lenganku dan Gina menggengam tanganku. Tidak lama kenudian, aq ide coba merengkuhnya, dan Gina menerimanya, kuletakkan tangan kananku di bahunya dan tangan kiriku di pegang oleh ke-2 tangan Gina, waktu itu saya makin tidak konsen dan pergolakan birah mulai naik, sedikit kemaluanku cukup mengeras. Waktu itu Gina masih konsen menonton dan pegangan tanganku tidak dilepaskan.
Aq: Gin, tetap berasa dingin?
Gina: Iya nih mas, tangannya pinjem dahulu ya Dan Gina rapatkan tubuhya ke tubuhku, dan tanganku sekarang dapat merengkuh lenganya secara penuh dan pegangan tanganku sekarang ini pas di muka dada Gina, tetapi tidak melekat. Ku elus halus lengan Gina agar hangat dan lamban tetapi tentu Gina makin dekat denganku, ia melipat ke-2 kakinya ke kursi sehinnga pegangan tangan saat ini ada di pahanya dan jarak kepalaku denganya nyaris bersinggungan.
Karena rapat duduk Gina denganku, karena itu kuberanikan untuk merengkuh badannya, dan kai ini tanganku mernagkul pinggangnya, mengakibatkan Gina geser sedikit badannya dan waktu itu tanganku sentuh dada nya.. semakin bertambah keras kemaluanku rasanya. Kecelakaan yang mengakibatkan panasnya bioskop karena saat aq melihat ke Ginam dan bersama Gina melihat ke arahku, secara tidak menyengaja bibir kami bersinggungan dan Gina terkejut tetapi aq malah mengharap lebuh.
Dan trick itu juga aq pakai kembali, kupanggil namanya dan saat Gina melihat waktu itu ku kukecup halus bibirnya, sekarang ini Gina tersenyum dan melepas genggamanya lantas tempelkan telunjuk kanannya di bibirku dan tanpa basa basi ku kecup kembali bibirnya dan Gina juga menerimanya, ciuman halus dan pada akhirnya freech kiss, dan secara spontan ku lekatkan tangan kananku di dada kiriku dan tangan kaananku meraba-raba punggungnya,
french kiss jadi berlanjut hingga kemudian tangan kananku masuk ke bajuna dan mengelus-elus punggungnya dan waktu itu ku mencari kancing BH nya dan kulepas, Gina juga membukan tiga kancing bajuku sambil kami tetap berciuman.
Mendadak Gina hentikan kecupan dan berbisik
“Aq sukai badanmu” ya aq memang sukai nge-gym dan Gina mainkan puting susuku secara lembut.
Lantas Gina aq dorong ke bangkunya, dan sekarang ini aq mendatanginya kusingkan pakaiannya dan waoww.. buah dadanya menyembul dari BH nya, karena jejeran kursi kami sepi, kujilatin puting susu Gina dan Gina meremas buah dada kanannya dan tanpa aba-aba, tangan kiriku menyelusup ke roknya dan Gina juga sedikit memberikan jalan, dan rupanya Gina kenakan G-STRING karena langsung terjamah bibir kemaluannya denga bulu-bulu lembut yang baru tumbuh sesudah dipotong.
Senang berganti-gantian aq mengulum payudaranya, tangan kiriku mengelus-elus lubang kemaluanya dan kami berciuman kembali, Gina mulai mendesah dan jari-jariku segera masuk ke lubang kemaluanya dan menusuk-nusuknya. Saat sebelum telanjur basah kuhentikan sesaat sekalian berbisik,
“Kita teruskan di apartemenku saja yok” dan Gina menggangguk.
Nyaris 1 jam film di putar kami keluar bioskop dan Gina membereskan bajunya, selanjutnya kami ke arah parkir secara bergandengan tangan. Sepanjang diperjalanan ke arah apartemenku Gina kadang-kadang menggenggam tangkai kemaluanku dari kembali celana dan terkadang kita berciuman.
Sesampai di apartemenku, Gina kuajak masuk.. dan tanpa ba bi bu saya segera dekati Gina dan kita berciuman dengan liar sekalian berdiri, dan ku remas-remas bokongnya. Gina melepaskan bajuku dan menciumi puting susuku, dan kulepas pakaiannya, tanpa melepaskan hijab nya dan ku lepas BH nya, lanjut ke kecupan… Gina melepaskan celanaku, langsung terpajang tangkai kemaluanku yang telah tegang mengeras dan Gina juga mengelusnya secara lembut dibalik celana dalamku, dan Gina berbisik…
“Aq sukai penismu” dan aq menjawab
“Aq menyukaimu” dan kamipun berciuman lagi dan tangan Gina mulai menyelusup ke celana dalamku meremas tangkai kemaluanku
Selanjutnya Gina mencium puting susuku dan turun ke perut dan menciumi tangkai kemaluanku dari kembali celana dalam dan melepasnya perlahan-lahan. Saat tangkai kemaluanku mengacing, Gina berbicara ” aq menyukaimu” dan Gina mulai menciumi, menjilat dan mengisap tangkai kemaluanku.. benar-benar hebat enaknya, tidak sama tunanganku kerjakan, Gina betul-betul pandai memberi kepuasan.
Selang beberapa saat aq meminta Gina untuk duduk di atas bangku sofa, ku ciumi, ku hirup payudarnya sekalian ku angkat rok nya dan ku lepas G-STRING nya. Kumainkan dua jariku dalam lubang kemaluanya dan Gina juga mendesah, benar-benar memikat, ku ciumi selangkanganya dan pada akhirnya ku mainkan klitorisnya dan kuhisap-hisap.. Gina juga semakin menjadi, badannya mengglinjang-glinjang kepuasan, tanganya meremas-remas toketnya dan hingga kemudian Gina berbicara,
“Entotin aq sayang.. aq sudah tidak tahan.. please cepat entot saya..” sekalian Gina melepas hijabnya.
Dan pada akhirnya saya duduk di atas bangku sofa dan Gina duduk dipangkuanku bertemu, gina mengarahakan tangkai kemaluanku ke lubang kemaluanya.. dan demikian masuk ia biarkan dan kami berciuman.. selanjutnya Gina mulai gerakkan pinggulnya… betul-betul mantab, goyanganya benar-benar hebat dan Gina juga mengeluh keras dan meracau tidak karuan
Gina: shit..i love it, fuck honey..fuck me
Aq: i fuck you babe..i’ll fuck you hard
Gina: yes please, fuck me hard
Selanjutnya kuciumi ia, kuhisap payudaranya dan Gina juga mengeluh semakin bertambah keras dan meracau tidak karuan.
Gina: i love you..fuck me
Aq: i love you to babe – cerita ml hot –
Dan selang beberapa saat.. Gina juga capai klimaks..
“Ouuugggghhhhhhh, fuck yeesssss…. aq keluar maaassss… shittt.. fuck meeee…” kupeluk Gina dan kupercepat sikatkan tangkai kemaluanku dan pada akhirnya Gina pung melafalkanng kuat sekalian menjambak rambutku.
Gina: Aagghhhh.. mas.. nikmat hebat
Aq: iya Gina sayang… doggy yok?
Gina: fuck me
Selanjutnya Gina ambil posisi nungging di karpet dan saya menusukkan tangkai kemaluanku ke lubang kemaluanya, ku kocok dengan perlahan sekalian meremas-remas payudaranya dan ku ciumi punggungnya, Gina juga turut meremas-remas payudaranya.. kupercepat kocokkanku dan Gina mengeluh keras
Gina: fucckkk yeeesssssshhhh…terussss maaass… yang dalam.. yang kencang
Dan aq juga makin liar mengocak tangkai kemaluanku di lubang kemalaunya..
Gina: masssss… yang keras
Dan seperti kesetanan, kukocok kemaluan Gina secara cepat dan sekalian kupukul-pukul bokongnya, aq jambak rambutnya.. dan aq mulai capai titik klimaks.. dan kocokkanku juga makin kupercepat kembali dan..
“Ooooogghhhhhh.. fuckk..” aq juga pada akhirnya menyembur spermaku dalam kemaluan Gina dan Gina juga turut memperoleh orgasmenya…
“Masss aq jugaa keluaaarrrrr…” dan Gina meohon tidak untuk menarik keluar tangkai kemaluanku dari lubang kemaluanya.. ku dekap ia dari belakang dan kita berciuman… dan pada akhirnya Gina terkapar lemas dan tangkai kemaluanku lepas, dan di jilati oleh Gina. dan seperti kesetanan, saya sikat veagina Dewi degan cepat dan sekalian saya jam bokongnya, saya jambak rambutnya.. dan saya mulai mencpai titik pucuk..dan pacuan juga saya mempercepat kembali
Gina: hmmm… mass, love you
Aq: love you to, rupanya kamu liar ya
Gina: mas , rupanya hebat.. more than him (Ilham)
Aq: kamu , more than her (tunanganku)
Kita juga berciuman sekalian berangkulan dan Gina masih tetap menggenggam tangkai kemaluanku.. dan Gina berbicara,
Gina: saya sukai ini, aq tidak mau lainnya
Aq: really?
Gina: Yaa..i want this and i want you to fuck me again
Aq: i do.. and i do it for you
Saat menyaksikan jam, rupanya hampir jam 6 kami juga istirahat di tempat tidur sekalian berangkulan dan 30 menit selanjutnya Gina bersiap bersihkan badannya dan menggunakan memakainya kembali, dan aq juga bersihkan badanku.
Saat aq keluar kamar mandi cuma berlilitkan handuk, kusaksikan Gina telah rapi tetapi birahiku malah membumbung.. ku dekap Gina dari belakang kuselipkan tanganku ke pakaiannya sekalian berciuman.. tangkai kemaluanku juga kembali tegak keras dan kuangkat rok nya…
Waoww rupanya Gina tidak menggunakan celana dalamnya.. pada akhirnya kusuruh Gina nungging di muka meja tv, dan kutusuk dari belakang.. kutusuk dengan keras dan cepat… Gina masih tetap memakai pakaian dan hijabnya.. dan Gina mengeluh lagi hebat…
Gina: maaassss…. terussss… keras kembali masss… fuck meee…
Aq: iya Gina sayang… you like it
Gina: i love it..just fuck me hard
Beberapa saat selanjutnya pada akhirnya pertahanaku bobol kembali,
“Aq keluarr sayangggg… ogggghhhh… fuckk”
Dan Gina juga sama…
“Aaaaggghhhhhh.. saya keluaarrr massss…. shitttt.. fuckk…
Sesudah habis spermaku, kutarik tangkai kemaluanku dan Gina berjongkok sekalian mengulum dang mengisap sampai bersih tangkai kemaluanku, sedangkan spermaku menetes dari lubang kemaluanya.
Dan aq juga menggunakan pakaian dan celana pendek, Gina memebersihkan kemaluanya.. dan ku antara ia sampai lift, karena Gina tidak mau aq antara pulang.. takut di mencuriga suaminya, rekan kantorku. Diperjalanan ke arah lift Gina menggamitku mesra dan sesudah datang di lift, Gina memberi ciuman hangatnya bagiku.
Saat di taxi Gina bbm aq
Gina: mass.. kamu benar-benar hebat, aq sukai sekali.. aq sayang kamu
Aq: aq sayang kamu Gin
Sesudah peristiwa itu, saya dan Gina semakin menjadi.. dan hingga kini Ilham tidak mencium jalinan hot kami, tiap ada peluang kami bercinta di apartemenku
Maaf Ilham.. aq mengasihi istrimu dan aq sudah jadikan Gina “istriku”
